Tol Jakarta-Cikampek, Asa Pengurai Macet

Release PoliticaWave

  • Tol Jakarta-Cikampek, Asa Pengurai Macet

    Presiden Jokowi baru saja meresmikan Tol Layang Jakarta-Cikampek sepanjang 36,5 Km, Kamis (12/12/2019). Wacana ini cukup menyita percakapan di media sosial.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di media sosial periode 12-13 Desember 2019 terdapat 7.016 jumlah percakapan.

    Dari masing-masing total percakapan tersebut, terdapat 58% percakapan yang berisi apresiasi terhadap peresmian dan pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek ini, salah cuitan dari @DafinaEmalia yang sangat antuasias dan langkah penyelesaiannya juga dinilai tepat mendekati libur natal dan akhir tahun.

    Sementara 3% percakapan negatif juga menghiasi percakapan media sosial terkait peresmian tol laying Jakarta-Cikampek, beberapa percakapan negatif berisi soal tidak adanya ganti rugi pasca banyaknya pembangunan infrastruktur salah satunya juga pembangunan jalan tol seperti yang dicuitkan @NrthrnWarriors_

    Kemudian untuk percakapan dengan sentimen netral sebesar 39% dari total jumlah percakapan.

    Harapan dari publik secara menyeluruh setelah diresmikannya Tol Layang Jakarta-Cikampek  agar pembangunan ini setidaknya mampu mengurai kemacetan yang sering terjadi serta saran untuk Pemerintah juga memasang CCTV di jalur Tol layang Jakarta-Cikampek untuk memantau pengendara yang melaju tidak sesuatu aturan. (Yorisep Trimulia/Politicawave)

  • Tepuk tangan warganet untuk drama Antikorupsi

    Pementasan drama oleh tiga Menteri pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia senin lalu mengundang beragam tanggapan dari warganet.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di sosial media Twitter selama periode 9-10 Desember 2019, terdapat sebanyak 4.181 percakapan terkait isu yang diramaikan dengan tagar #PrestasiTanpaKorupsi ini. Secara garis besar percakapan warganet terbagi menjadi tiga kelompok dominan, yaitu kelompok yang memuji pementasan drama, kelompok yang membicarakan adegan drama, dan kelompok lainnya mengkritik pementasan ini.

    Terdapat 1.647 percakapan yang memberi apresiasi terhadap aksi teatrikal ini dengan pujian seperti ‘keren’, ‘lucu’, atau ‘seru’. Kelompok lain membicarakan adegan drama yang menurut mereka menjadi punch line dalam drama, salah satunya yang paling sering disebut dalam percakapan adalah saat Wishnutama memesan makanan dengan dialog ‘Pesan bakso satu, pakai akhlak’, total percakapan yang membicarakan adegan drama terdapat sebanyak 307 percakapan. Namun juga tertangkap pantauan Politicawave sebanyak 95 percakapan yang berisi ungkapan ketidaksukaan pada cara pemerintah merayakan Hari Antikorupsi Sedunia.

    Terkait pementasan drama ini, beberapa warganet ungkapkan harapan agar pemberantasan korupsi tidak sekedar drama melainkan juga dilaksanakan di kehidupan nyata. (Anisah/Politicawave)

  • Keheroikan Peselancar Filipina

    Aksi heroik peselancar asal Filipina sempat menarik perhatian warganet pada akhir minggu lalu. Pasalnya Roger Casugay melepaskan peluang mendapatkan medali emas dalam perhelatan Sea Games 2019 demi menolong lawannya, peselancar dari Indonesia.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di Twitter selama periode 7-9 Desember 2019, terdapat sebanyak 3.601 percakapan terkait aksi heroik ini. Beberapa diantaranya datang dari para top influencers yang cukup banyak mendapat tanggapan terkait isu ini diantaranya adalah akun pribadi Presiden Republik Indonesia @jokowi dan seniman sekaligus pengamat politik @sudjiwotedjo.

    Presiden Jokowi melalui akun twitter resminya memberi apresiasi dan salam hormat pada Roger sebab mengutamakan kemanusiaan di atas segalanya, tweetnya mendapat lebih dari 3400 retweets.

    Sedangkan budayawan Sudjiwo Tedjo memprediksi warganet akan berkomentar terkait agama Roger Casugay, tweet ini mendapat lebih dari 900 retweets.

    Warganet lainnya juga ramai mengungkapkan rasa hormat dan terima kasihnya untuk Roger Casugay yang dinilai layak mendapat medali dari rakyat Indonesia.

  • Harley, Terbang Bersama Garuda

    Belum Genap 2 bulan menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir dihebohkan dengan kasus penyeludupan Motor Harley Davidson di pesawat Garuda Indonesia. Kejadian ini cukup menyita percakapan di media sosial.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di media sosial selama periode 3-6 Desember 2019, terdapat 2.056 percakapan di media Twitter terkait kasus penyelundupan Harley di pesawat Garuda Indonesia. Dari masing-masing total percakapan tersebut, persentase percakapan positif sebesar 20%, percakapan negatif sebesar 5% dan percakapan netral sebesar 75%.

    Salah satu cuitan dari @kurawa yang setuju dengan upaya Menteri BUMN memecat Dirut Garuda Indonesia sekaligus membersihkan perusahaan BUMN yang dinilai bermasalah.

    Sementara cuitan @do_ra_dong mendesak agar Menteri BUMN Erick Thohir mampu mengungkap keterlibatan Mantan Menteri BUMN periode lalu Rini Soemarno dalam kasus penyelundupan-penyelundupan yang dinilai sudah sering terjadi.

    Harapan dari publik tertuju kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar mampu membersihkan secara keseluruhan perusahaan-perusahaan BUMN dari mafia-mafia dan mencari figur yang mempunyai kapasitas dan intergritas untuk memajukan perekonomian Indonesia melalui perusahaan BUMN. (Yorisep/Politicawave)

  • Tinjauan Jokowi ke Patimban Tuai Reaksi Positif

    Pelabuhan Patimban baru saja ditinjau oleh Presiden Jokowi pada 29 November lalu, perbincangan tentang Patimban terlihat meningkat dalam sebulan terakhir.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di sosial media Twitter selama periode 1-30 November 2019, terdapat sebanyak 2.778 percakapan terkait Pelabuhan Patimban. Puncak percakapan terjadi pada 29 November sebanyak 1.548 percakapan. Percakapan tentang Pelabuhan Patimban yang bersentimen positif mendominasi 80% percakapan berisi target pembangunan pelabuhan dan manfaat yang diharapkan oleh pemerintah. Selain itu, terdapat 19% percakapan bersentimen netral dan menyisakan hanya 1% sentiment negatif berisi berita terkait pembangunan pelabuhan Patimban tahap I yang disebut masih ada kendala dan adanya unjuk rasa dari nelayan Patimban.

    Secara umum warganet berharap pembangunan pelabuhan Patimban dapat membawa manfaat besar bagi negara, seperti mengurai beban pelabuhan lain serta memperkuat ketahanan ekonomi. (Anisah/Politicawave)

  • Hyundai, Terobosan SkinCar Korea

    Rabu lalu, Dalam Kunjungan Presiden Jokowi ke Korea Selatan terkait agenda Forum Asean-Korea Selatan, beliau juga membuat gebrakan untuk meningkatkan industri otomotif Indonesia dengan melakukan kerjasama investasi dengan Hyundai. Pemberitaan ini cukup menyita percakapan di media sosial.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di media sosial selama periode 26-27 November 2019, terdapat sebanyak 6126 percakapan di media Twitter terkait kerjasama pemerintah dengan Hyundai. Dari masing-masing total percakapan tersebut, persentase percakapan positif sebesar 51%, percakapan negatif sebesar 15%, dan percakapan netral sebesar 34%.

    Salah satu postingan dari @FerdinandHaean2 mengapresiasi terkait kepastian kerjasama pemerintah dengan pihak Hyundai, ia juga menilai ini akan berdampak pada ekonomi Indonesia.

    Sementara postingan negatif dari @Gunarto55122771 mengkritik kerjasama pemerintah dengan Hyundai, ia menyebut pemerintah belum mengabaikan soal produk dalam negeri yakni mobil Esemka.

    Kemudian kritik juga disampaikan @JJRizal yang menyebut pemerintah terlalu sibuk mengurusi investasi dan ekspansi perusahaan asing ke Indonesia, namun dampak kerusakan lingkungan seringkali diabaikan.

    Harapan dari publik secara menyeluruh soal kerjasama Pemerintah dengan Hyundai yakni agar Industri otomotif besutan Korea Selatan itu harus mampu juga bersinergi dengan industri otomotif dalam negeri, dengan hadirnya perusahaan Hyundai di Indonesia diharap juga mampu membuka peluang kerja bagi pekerja profesional lokal.(Yorisep Trimulia/Politicawave)

  • Kartu Pra Kerja Siap Memberi Asa

    Pemerintah melalui Menaker sudah mengeluarkan rencana terkait peluncuran kartu prakerja di awal tahun 2020. Wacana ini cukup menyita percakapan di media sosial.

    Kartu Prakerja masih dinilai memberikan sesuatu yang bias, baik soal informasi pendaftaran hingga kriteria yang tepat sebagai penerima kartu prakerja seperti yang dicuitkan @AnwarArifW.

    Kemudian kartu prakerja tersebut yang dinilai tidak mampu menutup semua kebutuhan pencari kerja yang hanya menutup 2 juta orang, padahal estimasi pengangguran sekitar 10 juta seperti yang dicuitkan @Noval_karom.

    Perbaikan infrastruktur penunjang juga tidak luput dari percakapan masyarakat sebab pemerintah mesti mempersiapkan infrastruktur yang tepat ditambah Pengelolaan anggaran kartu prakerja juga mesti diawasi agar potensi tidak tepat sasaran bisa diminimalisir seperti yang dicuitkan @Anna_MaSue.

    Harapan dari publik secara menyeluruh soal wacana Menaker terkait kartu prakerja yakni agar informasi detail administrasi dapat terus disampaikan. Kemudian pemerintah mesti menjelaskan pula soal isu yang berkembang terkait narasi “pengangguran digaji” yang berpotensi menimbulkan masalah baru. Alokasi dana yang besar juga rentan terjadinya konflik kepentingan dan mengakibatkan dana tersebut tidak tepat sasaran.

    (Yorisep Trimulia/Politicawave)

  • Ini Dia Harapan Warganet Terkait Isu Intoleransi

    Percakapan terkait intoleransi kembali ramai pasca tragedi pembubaran upacara doa keagamaan di Bantul pada Selasa, 12 November lalu.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di sosial media Twitter selama periode 13-19 November 2019, terdapat sebanyak 3.356 percakapan terkait intoleransi. Puncak percakapan terjadi dalam 3 waktu; pada tanggal 13 November akun online news @TirtoID memposting berita pembubaran kegiatan keagamaan di Bantul, tanggal 16 November tagar #DukungWapresBasmiTeroris dinaikkan oleh beberapa akun secara bersamaan, contohnya @yusuf_dumdum, @jr_kw19, dan @CH_chotimah; terakhir pada tanggal 19 November akun @permadiaktivis memposting video umat Hindu ikut rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bali. Postingan @permadiaktivis mendapat perhatian publik paling banyak sebab menunjukkan indahnya toleransi yang dilakukan umat Hindu Bali, yaitu sebanyak 976 percakapan.

    Harapan publik pada pemerintah secara umum menginginkan pemerintah turun tangan menindak oknum yang melakukan aksi intoleran. Harapan pada rakyat Indonesia juga diungkapkan warganet, agar saling menjaga meski ada perbedaan agama, gender, ataupun ras. (Anisah/Politicawave)

  • Urusan Nikah Bukan Sekadar Sah

    Kamis lalu, Menko PMK Muhadjir Effendy membuat wacana akan mengeluarkan sertifikat nikah sebagai syarat untuk menikah. Wacana ini cukup menyita percakapan di media sosial.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di media sosial selama periode 14-15 November 2019, terdapat sebanyak 230 percakapan di Twitter terkait wacana Menko PMK tersebut. Dari masing-masing total percakapan tersebut, persentase percakapan positif terhadap rencana Menko PMK sebesar 57%, percakapan negatif sebesar 14%, dan percakapan netral sebesar 29%. Salah satu postingan dari akun @MeAndOurs turut mendukung Menko PMK soal sertifikasi perkawinan, hal ini dinilai menjadi salah satu cara pemerintah untuk menekan angka perceraian di Indonesia. Sementara postingan negatif dari akun @G_paseksuardika justrumengkritik upaya Menko PMK tersebut yang dinilai terlalu berlebihan mengurusi hal-hal privasi dan seringkali mengeluarkan rencana yang terkesan remeh.

    Harapan dari publik secara menyeluruh soal wacana Menko PMK soal sertifikasi pernikahan yakni agar wacana tersebut dikaji secara komprehensif termasuk penerapannya hingga ke ranah KUA dan wacana ini dinilai cukup mampu menekan angka perceraian dan anak terlalntar di Indonesia. (Yorisep Trimulia/Politicawave)

  • Dukungan Warganet Terhadap Pemerintah Usut Tuntas Bom Bunuh Diri

    Insiden bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada 13 November lalu sempat disebarluaskan melalui grup WhatsApp kemudian meluas ke sosial media Twitter dan memancing reaksi warganet.

    Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di sosial media Twitter selama periode 13-14 November 2019, terdapat sebanyak 11.312 percakapan terkait insiden bom tersebut. Percakapan didominasi sentimen netral 70% berisi berita tentang pelaku dalam insiden ini. Sementara itu, 23% percakapan terkait insiden ini mendukung sikap pemerintah, dan 7% lainnya mengkritik pemerintah.

    Tagar #BodohnyaAksiTeror tersebar di Twitter berisi dukungan agar pemerintah memerangi radikalisme yang seringkali menjadi akar dari aksi-aksi terorisme. Pemerintah juga menanggapi insiden bom ini, yakni Menko Polhukam Mahfud MD yang membantah tuduhan pemerintah kecolongan dan meminta masyarakat tidak menyudutkan pemerintah ketika menindak teroris. Sementara postingan negatif datang dari akun @ustadtengkuzul yang mengkritik Polri dan Menko Polhukam tidak sinkron dalam menanggapi insiden ini, sebab Polri sebut pelaku tidak punya jaringan, tapi Menko Polhukam memerintahkan jaringan teroris diburu.

    Harapan publik terkait insiden ini secara umum menginginkan pemerintah, terutama Polhukam dan Menhan, meningkatkan pengamanan dan melanjutkan aksi pemberantasan radikalisme, agar insiden seperti ini tidak terulang kembali. (Anisah/Politicawave)