Negara di Antara Teror dan Kemanusiaan

Negara di Antara Teror dan Kemanusiaan

Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah tidak berencana memulangkan para anggota ISIS eks WNI, pada Rabu (12/2) lalu. Pernyataan tersebut menghijaukan percakapan yang telah lama bernada negatif.

Pantauan Politicawave di social media Twitter selama periode 6-12 Februari 2020, terdapat sebanyak 72.902 percakapan terkait isu ini. Percakapan yang mendominasi 79% percakapan berisi dukungan serta apresiasi untuk Presiden Jokowi yang mengeluarkan pernyataan bahwa kepulangan WNI eks ISIS tidak diterima. Selain itu, sebanyak 17% percakapan berisi kritikan terhadap Menteri Agama Fachrul Razi hingga desakan agar Presiden Jokowi memberhentikannya dari jabatan sebab rencananya memulangkan WNI eks ISIS. Lembaga Komnas HAM juga disebut dalam 4% percakapan terkait isu ini, dengan narasi desakan agar Komnas HAM dibubarkan sebab Komnas HAM sebagai penggiat HAM malah membela WNI eks ISIS yang melanggar HAM. Namun, ada pendapat kontra terhadap pemerintah yang disuarakan oleh @ulil  meski hanya mendominasi 1% percakapan, bahwa argumen penolakan pemulangan yang dikatakan pemerintah tidak seluruhnya valid.

Setelah Presiden Jokowi menyatakan tidak berencana memulangkan WNI eks ISIS, warganet memberikan apresiasi sekaligus mengungkapkan harapan agar pemerintah konsisten dengan pernyataan tersebut, serta berharap isu ini tidak lagi menjadi polemik berkepanjangan di masyarakat. (Anisah/Politicawave)