Day: December 31, 2019

Titik Terang Kasus Novel Baswedan

Kabar penangkapan dua orang tersangka penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan seketika menjadi perbincangan hangat diantara warga Twitter pada tanggal 27 Desember 2019, pasalnya kasus ini baru mendapat titik terang sejak kejadiannya lebih dari dua tahun lalu.

Politicawave melakukan pantauan di sosial media Twitter selama periode 27-29 Desember 2019, terdapat sebanyak 19.620 percakapan terkait isu ini. Dari total percakapan tersebut, terlihat pengelompokan beberapa sub-topik percakapan. Sub-topik percakapan paling mendominasi yaitu sebesar 41% adalah dugaan warganet bahwa Novel Baswedan mempolitisir kasus ini dengan adanya tagar #SandiwaraNovel yang dimulai oleh @bangzul_88 yang sempat mewarnai linimasa Twitter. Selain itu, percakapan berisi kecurigaan warganet atas penangkapan yang dinilai sebagai rekayasa juga mendominasi percakapan sebesar 34%, public figure seperti @fadlizon turut berkomentar dan warganet lainnya mencurigai isu ini dinaikkan untuk menutupi isu Jiwasraya yang lebih dulu hangat dibicarakan.

Warganet juga tidak lupa mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil menangkap pelaku dengan tagar #BuktiPolriMakinProfesional yang mendominasi 18% percakapan. Sisanya sebanyak 6% percakapan berisi sindiran pada Dewi Tanjung yang sempat menuding Novel merekayasa kasus ini.

Secara umum warganet berharap isu ini tidak lantas menutupi isu pengungkapan kasus bangkrutnya Jiwasraya, sekaligus berharap agar proses kasus ini terus berjalan secara transparan. (Anisah/Politicawave)

Tarif Listrik Padam Diputus Tegangan Kritik

Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan PLN yang telah berencana menaikan tarif listrik untuk golongan 900 VA, kemudian membatalkan rencana tersebut. Momem ini cukup menyita percakapan di media sosial.

Berdasarkan hasil pantauan Politicawave di media sosial periode 28-30 Desember 2019 terdapat 652 jumlah percakapan.

Dari masing-masing total percakapan tersebut, terdapat 6% percakapan yang berisi apresiasi terhadap Menteri ESDM yang batal menaikan tarif listrik, dan pembatalan tersebut guna meningkatkan daya beli masyarakat dan untuk menstabilkan ekonomi, seperti yang dicuitkan oleh @RizmaWidiono

Sementara 3% percakapan negatif mengkritik langkah Pemerintah yang menaikan tarif listrik dikarenakan APBN yang tidak mampu memberi subsidi sebab adanya mega proyek pemindahan ibukota, seperti yang dicuitkan @msaid_didu

Kemudian untuk percakapan dengan sentimen netral sebesar 91% dari total jumlah percakapan.

Harapan dari publik secara menyeluruh terkait pembatalan kenaikan tarif listrik yaitu Pemerintah benar-benar membatalkan bukan hanya menunda. Harapan serupa datang dari Asoisasi UMKM yang meminta Pemerintah tidak hanya membatalkan kenaikan tarif listrik saja, namun juga tarif-tarif lain seperti tarif di sejumlah tol pada tahun 2020. (Yorisep Trimulia/Politicawave)